Minggu, 01 Februari 2015

Bubuara di Purwakarta

Pada dasarnya segala yang kita lihat, dengar, dan kita pelajari adalah untuk Ilmu dan Ibadah
(Al Ghozali)


Allah SWT membenci menguap sebab menguap dapat menimbulkan kemalasan serta melengahkan orang dari Ibadah (Taqwim At Taqwa)

Hai orang-orang yang beriman, Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar (QS. Al Baqarah : 153)

Menuntut ilmu adalah taqwa
menyampaikan ilmu adalah ibadah
mengulang-ulang ilmu adalah dzikir
mencari ilmu adalah jihad (Al Ghozali)
Kelebihan burung pada kepaknya, kelebihan gajah pada kekuatannya dan kelebihan manusia pada akalnya





Minggu, 26 Agustus 2012

Hakikat Haji Yang Mabrur Dan Balasanya


Hakikat Haji Yang Mabrur Dan Balasanya
MUKADDIMAH
Haji adalah rukun Islam kelima dan tidak wajib dilaksanakan kecuali terhadap orang yang sudah memenuhi syaratnya, yaitu memiliki kemampuan (al-Istithaa-'ah) sebagaimana firman Allah Ta'ala: "…mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah…" . (Q.S. ali 'Imran/3: 97).
Berkaitan dengan ayat tersebut, terdapat beberapa poin: Pertama, berdasarkan ayat tersebut, para ulama secara ijma' sepakat bahwa haji merupakan salah satu rukun Islam. Kedua, mereka juga secara ijma' dan nash menyatakan bahwa haji hanya diwajibkan selama sekali seumur hidup. Ketiga, Ayat tersebut dijadikan oleh Jumhur ulama sebagai dalil wajibnya haji. Keempat, para ulama tidak berbeda pendapat mengenai wajibnya haji bagi orang yang sudah mampu, namun mereka berbeda mengenai penafsiran as-Sabiil (mengadakan perjalanan) dalam ayat tersebut.
Mengenai poin terakhir ini, maka kemampuan yang terdapat dalam ayat diatas ada beberapa macam: terkadang seseorang mampu melakukannya dengan dirinya sendiri, terkadang pula mampu melakukannya dengan perantaraan orang lain sebagaimana yang telah menjadi ketetapan di dalam kitab-kitab al-Ahkam (tentang hukum-hukum).

Rabu, 23 November 2011

LAPORAN PTK

LAPORAN
PENELITIAN TINDAKAN KELAS
UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA MENYUSUN TEKS BERBENTUK PROCEDURE MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH DI KELAS IX A SMP PASUNDAN BANJAR
A.      PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang
Penguasaan kemampuan Bahasa Inggris merupakan sebuah syarat mutlak yang harus dimiliki di era komunikasi dan globalisasi saat ini. Pembelajaran Bahasa Inggris (Language Learning) di jenjang SMP merupakan materi pokok sebagai bagian dari fungsi pengembangan diri siswa dalam bidang Ilmu Pengetahuan, teknologi dan seni yang  diharapakan setelah menamatkan studi, mereka mampu tumbuh dan berkembang menjadi individu yang cerdas, terampil dan berkepribadian sebagai bekal hidup di masa mendatang.
Penguasan materi pelajaran Bahasa Inggris dalam jenjang SMP meliputi empat keterampilan berbahasa, yaitu: menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Semua itu didukung oleh unsur-unsur bahasa lainnya, yaitu: Kosa Kata, Tata Bahasa dan Pronunciation sesuai dengan tema sebagai alat pencapai tujuan. Dari ke empat keterampilan berbahasa di atas, Writing (menulis)  merupakan salah satu kemampuan berbahasa yang dirasa sering menjadi masalah bagi siswa dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris. Hal tersebut sangat menarik untuk diteliti mengingat kemampuan menulis (writing ability) sangatlah dipengaruhi oleh penguasaan kosa kata, struktur bahasa dan kemampuan siswa dalam merangkai kata menjadi sebuah teks yang berterima. Perbedaan secara grammatical antara bahasa Inggris sebagai bahasa asing dan bahasa indonesia sebagai bahasa utama merupakan masalah yang sering timbul pada saat belajar menulis. Kemampuan mengungkapkan makna dalam langkah retorika dalam essai pendek sederhana dengan menggunakan ragam bahasa tulis secara akurat, lancar dan berterima untuk berinteraksi dalam konteks kehidupan sehari-hari dalam teks berbentuk procedure dan report.adalah salah satu Kompetensi Dasar (KD) yang harus dikuasai oleh siswa Kelas IX Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Senin, 09 Agustus 2010

Mata Pelajaran Pengujian Logam

Pengujian Logam

1. Sistem Pengujian Rockwell

Pada pengujian rockwell yang diukur bukan luas bekas penenkanan, tetapi ukuran kedalaman penekenan. Ukuran ini dapat menjadi ukuran langsung nilai kekerasan rockwell. Untuk mendapatkan angka kekerasan yang besar, ukuran dalam bekas penekanan di kurangi oleh angka beban permulaan sehingga hasilnya akan lebih akurat.
Benda-benda penekan yang banyak dipergunkan adalah:
a. Sebuah peluru berukuran 1/16” dari baja yang disepuh, dinyatakan dalam skala B (Ball)
b. Sebuah kerucut intan dengan sudut puncak 120o¬ dan bulatan pada puncaknya dengan jari-jari 0,2 mm, dinyatakan dalam skala C (Cone)